Cerita menerbitkan buku “100+ Fakta Unik Piala Dunia”

Syahdan, pertengahan 2009, muncul sebuah gagasan. Piala Dunia Afrika Selatan di depan mata, masak sebagai jurnalis sepakbola tidak memanfaatkan momentum itu? Lalu, bersama Asep Ginanjar kami menelurkan kumpulan cerita menarik yang pernah terjadi sepanjang sejarah turnamen yang dijuluki “The Greatest Show On Earth” itu.

Masa itu, berbeda seperti sekarang, media sosial masih jarang. Fungsinya lebih sebagai ajang reuni, senda gurau, atau bahkan memperluas pergaulan sosial. Kami sedari awal sadar, fans sepakbola bukan lah kalangan yang gemar membaca. Tapi, sekali lagi, sebagai jurnalis setidaknya mesti punya semacam tanggung jawab sosial untuk menerbitkan karya dalam bentuk buku.

Kenapa harus menulis buku?

Alasan paling mudah adalah dengan menulis buku kamu menunjukkan kalau apa yang kamu tulis adalah sesuatu yang benar-benar kamu kuasai dan sangat penting buatmu. Apalagi di zaman serbadigital yang penuh dengan hiruk-pikuk informasi, menulis buku berarti menulis informasi yang sifatnya minim kebisingan dan bebas gangguan (distraction).

Selain itu, bagi jurnalis menulis buku jelas menciptakan gengsi tersendiri. Seolah kamu “naik kelas” dari sekadar jurnalis menjadi “penulis”.

(Bahkan membuatmu berhak mengklaim status “author” di Goodreads – jaringan sosial khusus katalogisasi buku. Cek profil saya di sini.)

Singkat cerita, naskah awal berupa abstraksi, daftar isi, dan bab pertama kami susun lantas kami kirimkan e-mail penawaran ke tiga penerbit. Alhamdulillah, dua di antaranya membalas. Pilihan jatuh pada penerbit Serambi yang waktu itu digawangi mas Anton Kurnia, yang kemudian bertindak sebagai penyunting buku berjudul “100+ Fakta Unik Piala Dunia“.

Pemilihan judul dengan sadar mendahulukan nominal di awal kalimat sebagai pemikat calon pembaca. Akhir Januari 2010, buku ini resmi diterbitkan bertepatan dengan hari tur trofi Piala Dunia Coca-Cola (yang juga berkenan menjadi sponsor buku — terima kasih pak Arif Mujahidin, semoga sehat selalu).

Penerbitan buku ini membawa kami ke layar televisi dan diskusi bedah buku di kampus almamater, Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran, sebagai bagian dari kegiatan promosi.
Kami rasa waktu penerbitan benar-benar pas. Mencuri start. Rasanya belum banyak buku tentang sepakbola yang diterbitkan di tanah air saat itu. Lucunya, beberapa waktu setelah penerbitan, muncul buku sejenis yang mengambil judul “101 Fakta Piala Dunia”.

Betul. Anda tidak salah baca. Pembajakan ide bahkan bisa sebrutal itu. Bagi kami, itu justru semacam pujian tersendiri karena ternyata gagasan kami mampu menciptakan gagasan di kepala orang lain.

Sayangnya, sepuluh tahun berlalu, belum ada buku lanjutan yang saya hasilkan. Asep sendiri sudah setidaknya dua kali menelurkan hasil karya susulan. Saya masih saja sibuk tak tentu arah bergulat mewujudkan apa-apa yang niskala menjadi niscaya.

Simak juga dan ikuti kicauan Asep Ginanjar di akun Twitternya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s