Final Euro 2020: Kenapa Kita Menyukai Cocoklogi?

Kita kesampingkan dulu analisis taktik dari para pakar serta adu prediksi para pengamat. Mari membahas yang tak kalah menariknya: cocoklogi!

Cocoklogi bukan bahasa Indonesia baku. Ini istilah asal-asalan yang lahir dari omongan orang-orang baik di media sosial maupun di warung sambal. Cocoklogi adalah “ilmu” mencocok-cocokkan sesuatu yang tidak memiliki hubungan sebab-akibat.

Artinya, ia melawan eksakta maupun logika. Prinsip eksakta adalah segalanya dapat dibuktikan secara empiris atau matematis. Jelas dan terpampang nyata.

Sementara, prinsip logika mengenal penarikan kesimpulan (silogisme) berdasarkan premis mayor dan premis minor.

  • Contoh sederhananya:
    • Premis mayor: Semua negara di dunia berhak mengikuti Olimpiade
    • Premis minor: Indonesia salah satu negara di dunia
    • Silogisme: Indonesia berhak mengikuti Olimpiade

Tapi, cocoklogi memang tidak pernah bertujuan memperjuangkan tempat di antara ilmu-ilmu lainnya. Ia sudah cukup senang duduk bertengger di pinggir, sambil bersenda gurau dan berceloteh.

Biasanya ia muncul pada peristiwa besar dalam hidup sehari-hari. Kali ini, peristiwa besar itu adalah final Euro 2020 yang mempertemukan timnas Italia dan Inggris. Berbagai artikel bertaburan membahas peluang kedua tim untuk menjuarai turnamen antarnegara yang semaraknya hanya kalah dari Piala Dunia itu. Mulai dari taktik tim, profil pelatih dan para pemain, sorotan detik demi detik persiapan mereka hingga masuk lorong Stadion Wembley. Semuanya dibahas tuntas. Tak terkecuali cocoklogi ikut menyempil.

Apa saja yang dicocok-cocokkan?

Waktu dan Tempat

Cuaca hari final (11 Juli) sama seperti tahun 1966, atau ketika Inggris terakhir kali menjadi juara. Waku itu, Inggris juara Piala Dunia yang digelar di kandang sendiri. Sama seperti saat ini, bukan?

Ini dimulai ketika semua tim yang mengenakan jersey berwarna putih mampu melaju dari babak 16 besar dan kemudian perempat-final. Cocoklogi ini gugur ketika Spanyol yang berbaju putih keok di kaki Italia yang berbaju biru.

Sekarang, mungkin giliran Inggris untuk mematahkan cocoklogi tuan rumah belum pernah juara di kandang sendiri sejak 1984.

Tidak ada itu yang namanya home advantage.

Pengaruh Prestasi Klub

Lho kan yang satu turnamen antarklub dan satunya lagi antarnegara? Bebas. Namanya juga cocoklogi.

Melebar ke kompetisi domestik.
Kalau satu juara domestik dianggap kurang kuat memberikan sinyal, bagaimana kalau dua?

Kurang apa lagi???

Resume Pelatih

Jadi ingat nasihat lama. Sebelum memutuskan jodoh, pertimbangkan dulu bibit, bebet, bobot.

Keterangan gambar: Foto kiri adalah Lionel Scaloni, pelatih timnas Argentina yang baru juara Copa America; sedangkan foto kanan adalah Roberto Mancini. Keduanya pernah membela Lazio saat masih bermain.

Apa salah Pep diajak ikut-ikutan masuk artikel ini?

Warna Jersey

Final kali ini mempertemukan Italia vs Inggris yang memakai jersey biru dan putih. Hanya ada dua final Euro yang menampilkan tim berbaju biru melawan baju putih.

Final Euro 1968.
Sumber: histocialkits.co.uk
Final Euro 2000.
Sumber: historicalkits.co.uk

Dua final Euro tersebut dimenangkan oleh tim yang berbaju biru.

Simpulan

Masih banyak cocoklogi lain yang bertebaran karena cocoklogi tak kenal batas. Apa saja bisa Anda hubung-hubungkan. Anda cocok-cocokkan sesuai selera. Kalau bahasa kerennya, confirmation bias. Cocoklogi hanya Anda gunakan untuk menegaskan persepsi pribadi Anda. Contoh-contoh di atas bisa digunakan untuk menjadi bahan obrolan sekadarnya; tapi jangan sampai dijadikan patokan yang sebenar-benarnya. Why so serious?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s